Nyaris Putus Asa soal Embung, PDAM Jepara Buat Sumur Baru (Seri-7)

Klikfakta.com
Senin, 12 Maret 2018 | 07:53 WIB Last Updated 2018-03-12T00:53:34Z
Flashdisk Ebook Islami
Direktur PDAM Jepara, Prabowo. (KF-089)
klikFakta.com, JEPARA – Rencana pembuatan embung di wilayah Kabupaten Jepara muncul sekira tahun 2015 lalu. Beberapa rencana diutarakan oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Namun nyatanya, sampai saat ini belum ada embung yang benar-benar ada dan terbukti mampu memberi manfaat baik sebagai air baku untuk keperluan rumah tangga maupun untuk keperluan irigasi hingga mitigasi bencana sebagaimana yang dulu sempat digemborkan Pemkab Jepara.

Dalam catatan klikFakta.com, pada 2015 lalu Pemkab Jepara berencana akan dibangun embung di Desa Somosari, Kecamatan Batealit. Sayanganya, rencana ini menguap begitu saja, tanpa ada informasi yang jelas penyebab “kegagalan” rencana tersebut.

Kini dapat dilihat ada satu yang terealisasi proses pembangunannya, yakni pembuatan Embung Kalimati. Anggaran sudah ada namun proses pembangunannya pun masih menuai kendala. Jadwal pembangunan fisik ditarget selesai akhir 2017 tetapi sampai saat ini tak kunjung rampung.

Embung kalimati direncanakan sebagai sumber air baku PDAM Jepara. Lebih jauh, embung ini akan menjadi primadona sekaligus pemantik untuk pembuatan embung-embung lainnya sebagai air baku lantaran PDAM.

Sebab, perusahaan pelat merah ini di waktu-waktu yang akan datang tak akan bisa lagi mengandalkan sumur-sumur yang dimiliki. Sejak awal perencanaan, proyek puluhan miliar ini cukup sulit, hingga harus bersabar karena realisasinya sempat tertunda.

Berdasarkan penelusuran klikFakta.com, sebagai pemanfaat embung, PDAM Jepara diminta membuat detail engineering design (DED) pada 2015. DED selesai dibuat dan diajukan ke Kementerian PUPR pada tahun yang sama. Harapannya, anggaran bisa dialokasikan pada APBN 2016.

Dari DED yang dibuat, total anggaran yang dibutuhkan untuk membuat embung hingga bisa digunakan sebagai air baku mencapai Rp 46 miliar. Anggaran dicairkan dalam dua tahap. Sekira Rp 22 miliar pada 2016 dan sisanya setahun kemudian.

Pada tahun pertama, anggaran akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur embung. Di tahun kedua, fokus pada instalasi pengolahan air, fasilitas lainnya termasuk pernik-pernik untuk memperindah embung.

Sebab, di sekitaran embung direncanakan pula dibuat taman. Tapi kebijakan rasionalisasi anggaran di pemerintah pusat membuat rencana itu tertunda. Anggaran untuk Embung Kalimati termasuk yang dirasionalisasi.

Anggaran pun baru diketok pada 2017. Tak ada perubahan rencana, hanya waktunya yang mundur. Dengan begitu, sepanjang tahun lalu, harus diselesaikan pembangunan embung. Tahun ini, tinggal pembuatan instalasi pengolahan air dan fasilitas penunjang lainnya.

Tapi kenyataannya, sampai saat ini pembangunan infrastruktur pun belum rampung diselesaikan. Direktur PDAM Jepara Prabowo tak bisa menjelaskan proses pembangunan tersebut lantaran dirinya hanya sebagai pemanfaat dan tak memiliki wewenang apapun dalam hal proses pembangunan tersebut.

Pasalnya, pembangunan berada dalam wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan pelaksana megaproyek adalah rekanan yang berasal dari Pontianak Kalimantan Barat. Prabowo hanya bisa menjelaskan berdasarkan DED yang telah ia buat.

Total luas lahan dari kolam embung dan beberapa fasilitas lainnya lebih dari 20 hektare. Embung itu memiliki luas empat hektare dengan kedalaman delapan meter dan bisa menampung air lebih dari 100 ribu meter kubik.

Rencananya, sumber air itu dari Sungai Bapangan turut aliran sungai Kanal yang berada di Kelurahan Bapangan Kecamatan Jepara Kota. Selain itu juga akan mengandalkan air hujan di musim penghujan. Adapun saat sudah dikelola, diharapkan air baku bisa diproduksi mencapai 50 liter per detik.

Pembuatan embung tersebut, bertujuan utama untuk memproduksi air baku. Sebab, nanti lambat laun pihaknya tidak lagi menggunakan sumur, tapi air permukaan sebagai sumber produksi.

Namun, saat ini Prabowo mengaku nyaris putus asa lantaran pembangunan embung tak kunjung rampung. Padahal sumber air dipastikan akan ditambah lagi di waktu mendatang. Sebab, pelanggan PDAM dipastikan juga bertambah. Dari pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tiap tahun dipastikan ada ribuan pelanggan baru.

Apalagi awal tahun ini PDAM Jepara juga membuat program pembuatan jaringan baru bagi masyarakat, dan bersubsidi. Pihaknya pun menyiapkan dana yang besar untuk memberi subsidi tersebut. Sehingga praktis, pelanggan baru terus bertambah.

Pihaknya pun berencana dan telah bersiap membuat sumur lagi. Kepada klikFakta.com, Prabowo mengaku tahun 2018 ini akan membangun sedikitnya 9 (sembilan) sumur baru. Sedangkan sampai saat ini, PDAM Jepara telah memiliki 80 sumur.

Dalam catatannya, tiap sumur rata-rata memproduksi antara 8 hingga 10 liter per detik. Namun jumlah produksi itu tak konstan. Kendati sudah memilih lokasi sumur yang terbaik, tiap musim kemarau debit air selalu menyusut sebanyak tiga liter per detik.

Ikuti terus ulasan tentang Megaproyek Embung di Jepara di seri-seri selanjutnya.

(Redaksi / Wahyu KZ)

Download Ngaji Gus Baha
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Nyaris Putus Asa soal Embung, PDAM Jepara Buat Sumur Baru (Seri-7)

Viral News

Iklan

iklan