![]() |
Pertemuan Ketum PBNU dg Deputy Prime Minister Singapore, H.E. Teo Chee Hean. [klikFakta.com/089] |
klikFakta.com,
JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH Said
Aqil Siroj, MA bertemu dengan Deputy Prime Minister Singapura, H.E. Teo Chee
Hean di Jakarta, Rabu (08/03/2017).
Beberapa isu global dan kawasan ASEAN dibahas termasuk corak Islam
Nusantara.
"Kami
minta pandangan NU tentang Islam di Indonesia dan secara global," kata
Wakil Perdana Menteri Singapura di awal sambutan dalam pertemuan tersebut.
Kiai Said
Aqil pun menjelaskan bahwa inti dari Islam Nusantara adalah menghargai perbedaan.
"Islam
yang dalam kesehariannya hidup saling menghormati dan menghargai perbedaan,
moderat dan toleran," kata Kiai Said dalam rilis yang diterima klikFakta.com, Kamis (09/03/2017).
Menurut Kiai
Said Aqil, butuh kekuatan nalar dan ilmu keislaman dalam mengimplementasikan
prinsip NU
tersebut.
"Contohnya
saya, karena basic pesantrennya yang kuat, maka tetap berperilaku santri meski
sekolah di tempat Wahabi," ujar Kiai Said Aqil.
Mendengar
penjelasan Kiai Said, Wakil Perdana Menteri Singapura mengharapkan adanya
pertukaran pemikiran Islam antara NU dengan Singapura. Teo juga berharap ada
program pertukaran ustadz/ustadzah dan pertukaran pemuda untuk bisa menyiarkan Islam yg rahmatan lil alamin.
"Kami
sangat menghargai nilai-nilai yang dimiliki NU, karena itu Singapura siap
melakukan kerjasama yang erat dengan NU," kata Teo.
klikFakta.com/089