klikFakta.com, JEPARA – Seorang kakek berusia 80 tahun diketahui nekat mengakhiri hidupnya. Ia adalah Banus (80), warga RT 2/ RW 9, Desa Wedelan Kecamatan Bangsri, Jepara. Belum diketahui secara pasti motif bunuh diri tersebut, namun sebelum diketahui tewas gantung diri, korban sempat mengaku bosan hidup.
Kapolsek Bangsri AKP Timbul Taryono mengemukakan, korban diketahui tak bernyawa dalam posisi menggantung di pohon mangga di belakang rumahnya sekitar pukul 19.15. Korban ditemukan tewas oleh istrinya sendiri, Parti, 67. Dari keterangan sang istri, sebelum bunuh diri sekitar pukul 18.30, korban korban tiduran bersama istirnya di kamar. Korban sempat mengeluh mengenai kondisinya sudah tua namun tak kunjung meninggal.
”Sebelum diketahui gantung diri, korban sempat mengeluh pada istrinya. Sudah tua, mengapa tidak mati-mati,” ujar, Rabu (1/2/2017)
Bersamaan dengan itu, sang istri tertidur lalu bangun sekitar pukul 19.30. Namun, korban tak lagi di sisinya. Parti berniat mencarinya. Parti mendapati suaminya tergantung di belakang rumah. ”Korban juga sudah lama sering sakit-sakitan,” ujar Kapolsek.
Timbul menjelaskan, korban gantung diri menggunakan tali sepanjang empat meter. Tinggi rating pohon untuk mengikat tali sekitar 3,5 meter. Korban diduga naik ke pohon menggunakan tangga. ” Tangga itu masih di pohon samping korban saat ditemukan,” ujar Timbul.
Mendapati laporan tersebut, petugas dari Polsek Bangsri bersama pihak desa dan puskesmas mendatangi lokasi. Korban langsng dievakuasi dan dilarikan ke puskesmas Bangsri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korbang langsung dikebumikan saat itu juga oleh pihak keluarga. ”Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Akhirnya kami minta untuk mengisi surat pernyataan,” katanya.
klikFakta/089
Kapolsek Bangsri AKP Timbul Taryono mengemukakan, korban diketahui tak bernyawa dalam posisi menggantung di pohon mangga di belakang rumahnya sekitar pukul 19.15. Korban ditemukan tewas oleh istrinya sendiri, Parti, 67. Dari keterangan sang istri, sebelum bunuh diri sekitar pukul 18.30, korban korban tiduran bersama istirnya di kamar. Korban sempat mengeluh mengenai kondisinya sudah tua namun tak kunjung meninggal.
”Sebelum diketahui gantung diri, korban sempat mengeluh pada istrinya. Sudah tua, mengapa tidak mati-mati,” ujar, Rabu (1/2/2017)
Bersamaan dengan itu, sang istri tertidur lalu bangun sekitar pukul 19.30. Namun, korban tak lagi di sisinya. Parti berniat mencarinya. Parti mendapati suaminya tergantung di belakang rumah. ”Korban juga sudah lama sering sakit-sakitan,” ujar Kapolsek.
Timbul menjelaskan, korban gantung diri menggunakan tali sepanjang empat meter. Tinggi rating pohon untuk mengikat tali sekitar 3,5 meter. Korban diduga naik ke pohon menggunakan tangga. ” Tangga itu masih di pohon samping korban saat ditemukan,” ujar Timbul.
Mendapati laporan tersebut, petugas dari Polsek Bangsri bersama pihak desa dan puskesmas mendatangi lokasi. Korban langsng dievakuasi dan dilarikan ke puskesmas Bangsri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korbang langsung dikebumikan saat itu juga oleh pihak keluarga. ”Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Akhirnya kami minta untuk mengisi surat pernyataan,” katanya.
klikFakta/089