KlikFakta, Jepara
– Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Pedagangan
Kabupaten Jepara, Florentina Budi Kurniawati, menyampaikan, warga diimbau untuk
mewaspadai daging gelonggongan di tengah kondisi tingginya harga daging sapi.
“Diimbau
waspada, meskipun sampai saat ini belum ditemukan adanya daging gelonggongan di
pasar-pasar yang ada di Kabupaten Jepara,” ujar Florentina.
Menurutnya,
mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, sudah menjadi rahasia umum jika daging
glonggongan banyak dipasok dari Boyolali. Namun, sampai saat ini belum
ditemukan daging glonggongan beredar di Jepara.
Salah
seorang pedagang daging sapi di Pasar Ratu, Faizah mengatakan, saat ini harga
daging sapi di Jepara mencapai Rp120 ribu perkilogram. Itu untuk daging dengan
kualitas bagus. Sementara untuk daging kualitas biasa harganya Rp110 ribu per
kilogram
Tak
pelak, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pihak-pihak nakal dengan menjual
daging sapi glonggongan. Meskipun saat ini belum ditemukan kasus penjualan
daging glonggongan.
“Kalau
pun ada daging glonggongan, biasanya dipasok dari Boyolali. Terus dijualnya di
wilayah pinggiran seperti Pecangaan,” kata Faizah.
Ditambahkan
Faizah, jika masyarakat hendak membeli daging tidak ada salahnya memeriksa
kondisi daging. Pasalnya, daging sapi glonggongan memiliki ciri-ciri yang
berbeda dengan daging segar.
“Daging
glonggongan kalau digantung pasti akan meneteskan air. Tapi kalau daging segar
tidak,” terang Faizah sembari menunjukan ciri-ciri daging segar.
Mengantisipasi
peredaran daging glonggongan, pihaknya berharap pemerintah melakukan operasi
pasar. Itu untuk menghindari oknum-oknum nakal yang hendak menjual daging
glonggongan. Serta untuk menstabilkan harga daging. (KF-010)




