Seminar nasional ini mengundang sekitar 120 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa IAIN Kudus diisi oleh tiga narasumber yaitu Dekan Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam IAIN Kudus, Dr.Masturin, M.Ag, dan Kepala Desa Unggul Ponggok Klaten , Junaedi Mulyono, SH., serta pakar psikologi dan guru besar Universitas Gadjah Mada , Prof.Drs.Koentjoro,MBSc., Ph.D,. Acara dipandu oleh moderator Dr. Saliyo, S.Ag., M.Si.
Masturin sebagai pembicara pertama menyoroti masalah pemberdayaan masyarakat, terutama pemberdayaan perempuan di Kabupaten Kudus “Kalau kita bandingkan kekuatan perempuan Kudus dengan kota lain, disini cukup unik” ungkapnya ketika menyampaikan contoh beberapa sektor yang dipimpin oleh perempuan.
Kepala Desa Ponggok, Junaedi banyak memberikan motivasi dan membeberkan perjalanan suksesnya membawa Ponggok dari desa tertinggal menjadi desa yang maju dan sejahtera. Junaedi juga memberikan rahasia-rahasia yang ia lakukan dalam menyulap desa menjadi lebih maju.
Menurut Junaedi, Hal pertama dalam membangun dan memberdayakan masyarakat desa adalah riset “hal utama yang diperlukan untuk membangun desa yaitu data” ungkap Junaedi .
Menurutnya dengan melakukan riset tata ruang maka bisa melihat bagaimana potensi yang terdapat di desa.
“Mahasiswa harus bantu di tingkat desa” pesan Junaedi kepada mahasiwa yang belajar ke luar kota, bisa kembali ke desa dengan mengembangkan potensi desanya.
Sementara itu, guru besar Universitas Gadjah Mada , Prof.Drs.Koentjoro,MBSc., Ph.D menjelaskan mengenai kunci dalam pemberdayaan. Menurutnya, dalam konsep pembangunan, mensejahterakan masyarakat yaitu yang melibatkan masyarakat dalam proses pembangunannya. “kata kunci dalam community development adalah orang memahami true problem,” katanya.
Ia menambahkan, dengan mengetahui masalah sebenarnya dan melakuan intervensi yang tepat merupakan sebuah keberhasilan dalam pembangunan masyarakat.
EDITOR : WAHYU KZ





