![]() |
| Taj Yasin Maemun hadir memberikan orasi kebangsaan dalam deklarasi relawan "Santri Mlandang" mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf. (Zaki -KF) |
Klikfakta.com, Jepara - Ratusan santri Kabupaten Jepara yang tergabung
dalam relawan ”Santri Mlandang” mendeklarasikan dukungan kepada calon presiden
nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Deklarasi yang juga dihadiri oleh putra KH.
Maimun Zubair yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemun ini
dilakukan di rumah Sabiq Wafiyudin di Desa Bugel Kecamatan Kedung, Minggu
(10-3-2019).
Selain
dihadiri oleh Taj Yasin, deklarasi juga dihadiri oleh Ketua PCNU Jepara KH.
Khayatun Abdullah, KH Aniq Muhammadun serta para kyai dan tokoh agama di
Jepara. Deklarasi tersebut dilakukan
dengan pembacaan naskah deklarasi dari santri yang dipimpin oleh Zakaria
Anshori. Setelah pembacaan dilanjutkan dengan penabuhan puluhan kentongan dari
bambu sebagai bentuk menggugah semangat untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf
Amin.
Setidaknya
ada empat poin di dalam naskah deklarasi yang dibaca tersebut. Adapun isi
deklarasinya, yakni bersedia mempertahankan, menjaga dan membela NKRI, ideologi
Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, siap mempertahankan dan
melestarikan ajaran Islam ala ahlisunnah wal jamaah an nahdliyyah, serta
senantiasa siap sedia menjaga dan menjunjung tinggi martabat dan marwah ulama
kiai dan habaib.
Isi
deklarasi yang ketiga, yakni siap berkidmah kepada kiai sebagai bagian dari
akhlak santri serta melaksanakan dawuh salafus shalih serta keempat siap
melaksanakan tugas-tugas pemenangan Paslon Capres dan Cawapres nomor
urut 1 dalam Pemilu yang digelar 17 April 2019.
Ketua Relawan “Santri Mlandang”
Jepara Adib Khoiruz Zaman mengungkapkan istilah mlandang memiliki arti membantu dengan orang yang dianggap dekat
dalam rangka mensukseskan hajat agar berjalan lancar. Saat ini sedang ada hajat
lima tahunan, yakni memilih presiden. Maka sebagai seorang santri yang cinta
negeri ini harus terlibat mensukseskan hajatan lima tahun ini. “Santri juga mendorong
masyarakat berpartisipasi aktif dalam pemilu,” katanya.
Ementara itu, Taj Yasin yang
hadir dalam kesempatan itu menyebut di kalangan santri memang ada perbedaan dukungan di kalangan santri. Hanya saja dirinya
menyebut jika perbedaan tersebut harusnya dijadikan perbedaan yang rahmat,
saling menghormati, berfikir jernih, dan berfikir tenang. “Perbedaan
memang akan selalu ada, namun yang terpenting hal itu harus dilihat sebgai
rahmat,” tandasnya.
REPORTER : ZACKY ZAENAL MUSTOFA





