![]() |
| Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat memberikan materi Talkshow Kepemudaan di Jombang. [klikFakta.com/089] |
klikFakta.com, JOMBANG -- Perkembangan media digital yang
massif perlu direspons oleh komunitas santri. Di era teknologi digital, santri
harus berperan aktif sebagai aktor yang kreatif.
Di era milenial, santri harus bisa membuat terobosan-inovasi
yang bermanfaat. Itulah yang menjadi perbincangan substansial pada Talkshow
Kepemudaan, "Santri Milenial: Literasi dan Deradikalisasi". Agenda
ini diselenggarakan di Pesantren Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang, Jawa
Timur, Sabtu (18/03/17).
Pengasuh Pesantren Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang, KH.
Abdussalam Shohib mengungkapkan betapa santri harus siap dengan generasi
milenial. "Pada era sekarang ini, santri harus mau ngaji, ngopi dan
ngayomi. Dalam artian, harus siap belajar dan menjaga khazanah pesantren, harus
mau ngopi untuk diskusi serta bercengkerama dengan teman-teman dan masyarakat,
yang tidak kalah penting santri harus mau mengayomi," ungkap Gus Salam.
Sementara menurut Menpora, H. Imam Nahrawi, santri zaman
sekarang harus siap untuk berprestasi. "Sudah saatnya santri sekarang
mengambil peran di media sosial, aktif di media digital. Sudah terlalu lama
kita hanya bertahan, saatnya harus menyerang. Menyerang adalah pertahanan
terbaik," terang Imam Nahrawi, yang tampil sebagai Keynote Speaker dalam
forum ini.
Pada kunjungan ini, Menpora juga meresmikan Pondok Pemuda di
Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang. Pondok Pemuda diharapkan menjadi
pusat pengkajian santri yang berprestasi dalam khazanah kitab kuning dan
pendidikan, sekaligus dalam bidang olahraga.
Di media digital, santri harus menjadi aktor, bukan obyek.
Pendapat ini, disampaikan Hasan Chabibie, yang selama ini konsen pada isu
literasi digital. "Media sosial merupakan ruang kompetisi gagasan. Santri
sudah harus siap dengan perkembangan media digital. Santri sebenarnya sangat
kreatif, harus bisa mengambil peran strategis untuk era sekarang," terang
Hasan.
Dalam era milenial ini, peran santri dalam bidang literasi
dan deradikalisasi di bidang media sosial menjadi penting. "Di era ini,
santri harus konsen mengaji, agar tercipta karakter yang kuat," terang H.
Adung Abdurrahman, Sekjen PP GP Ansor. Dengan kreatifitas memanfaatkan media
digital, diharapkan santri dapat mengkampanyekan Islam yang ramah.
Talkshow ini diinisiasi oleh KH. Abdussalam Shohib, pengasuh
Pesantren Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang. Hadir dalam forum ini, Hj.
Mundjidah Wahab (Wakil Bupati Jombang), dan beberapa kiai sepuh Denanyar.
Pada talkshow ini, hadir sebagai pembicara, H. Imam Nahrawi
(Menteri Pemuda dan Olahraga), H. M. Hasan Chabibie (pegiat literasi digital),
H. Adung Abdurrahman (Sekjen PP GP Ansor), Munawir Aziz (Lembaga Ta'lif wan
Nasyr, PBNU), dan moderator H. Ahmad Tamim (Sekretaris PW Ansor Jatim).
klikFakta.com/089





